Online Shop Habiby_87
Kamis, 11 Juni 2015
Senin, 25 Mei 2015
Ujian Ushul Fiqh bareng Gus Dur
Suatu ketika, di UNHASY Tebuireng jaman dulu diadakan ujian semester mata kuliah ushul fiqh dimana dosennya saat itu adalah Gus Dur. Setelah ujian selesai dan beberapa hari kemudian nilai dibagikan, mahasiswa yang berjumlah 45 orang tidak ada satupun yang lulus. Seseorang bertanya kepada Gus Dur kenapa tidak ada satupun mahasiswa yang lulus? Gus Dur menjawab "Lha wong mahasiswa menjawab soal kok sama persis dengan buku/diktat kuliah. Anak SMA juga seperti itu. Kalau begitu apa bedanya mahasiswa dan siswa SMA? Mestinya mahasiswa harus kritis terhadap buku atau menemukan hal-hal baru sehingga pikirannya berkembang". Akhirnya diadakan ujian lagi dan mahasiswa diberi kebebasan mengembangkan pikiran. Hasilnya adalah "jawaban yang mblakrak kemana-mana". Dan SEMUANYA LULUS ! Untuk GD Al Fatihah.
sumber : Gus Zaki Ponpes Al-Masruriyah Tebuireng
sumber : Gus Zaki Ponpes Al-Masruriyah Tebuireng
Selasa, 19 Mei 2015
Bisnis Sukses Kisah Sukses Agoeng Widyatmoko, Wartawan PHK yang Sukses jadi Penulis
Bisnis Sukses Kisah Sukses Agoeng Widyatmoko, Wartawan PHK yang Sukses jadi Penulis
Kisah Agoeng Widyatmoko (36). Seorang Lelaki kelahiran Yogyakarta ini memilih jalan berbeda untuk menjadi pengusaha, setelah perusahaan media tempatnya bekerja tutup pada 2005. Ia Kena PHK setelah Perusahaan tempat ia bekerja kolaps.
Lalu Apa yang akan dilakukan orang jika terkena PHK? Kebanyakan pasti akan segera mencari pekerjaan lagi. Tapi tidak demikian dengan Agoeng Widyatmoko.
Agoeng memang terbilang nekat. Apalagi, uang pesangon yang diberikan perusahaan setelah PHK hanya cukup untuk bertahan hidup beberapa bulan saja. Untuk membuat portfolio, ia lantas mencoba menulis buku.
Bidang penulisan merupakan usaha yang menjadi incarannya, sesuai dengan profesi wartawan yang dia geluti sebelumnya. Namun, membangun bisnis memang tak semudah membalik telapak tangan. Apalagi, saat itu banyak orang belum paham apa saja yang bisa dikreasikan dari jasa penulisan.
Buku pertama yang di Rilisnya gagal di pasaran. Namun, Agoeng tak patah arang. Ia yakin, penulisan adalah bisnis yang cukup menjanjikan, apalagi saat itu relatif jarang pesaingnya. Agoeng lantas menulis buku kedua berjudul 100 Peluang Usaha UMKM. Tak disangka, buku itu masuk kategori best seller dan dicetak ulang hingga tujuh kali.
Karna buku keduanya itu, Agoeng lantas sering diundang mengisi seminar tentang wirausaha. Suatu kali, ketika diundang mengisi materi di Pulau Bangka, ia ditanya oleh salah satu peserta seminar.
“Ada yang bertanya, dari 100 peluang itu, saya sudah coba usaha apa saja? Pertanyaan itu membuat saya kesetrum,”
Agoeng yang menikah pada 2007 dengan Anita Marfi yang bekerja di sebuah perusahaan advertising lantas sepakat, akan membesarkan usaha jasa penulisannya, yang kemudian mereka namai DapurTulis. Sang istri—yang lantas memutuskan keluar dari pekerjaannya—bertugas jualan, Agoeng yang mengontrol kualitas kerjanya.
Karena jasa penulisan belum popular, untuk mendapat klien, mereka harus jualan ke mana-mana. “Pokoknya yang ada peluang bikin annual report, buku biografi, sampai mengisi konten website kami coba tawari,” papar Agoeng. Modalnya, kartu nama seharga Rp 60 ribu satu boks yang ditulisi aneka jasa yang bisa mereka lakukan.
“Salah satu perjuangan berat kami adalah menjalankan usaha di rumah petak kontrakan. Bukan saja ukuran tempatnya terbatas, kan tak mungkin mengajak klien meeting di rumah petak,” kata Agoeng sembari tertawa.
Tapi, karena keterbatasan itulah, mereka justru kompak saling menghibur kalau belum berhasil mendapat klien. Hingga, dari sekian puluh yang didatangi, tak dinyana klien pertama didapat dari rekomendasi teman sang istri, hasil mengobrol di sebuah kampus di Depok.
“Pertama dapat klien Alhamdulillah langsung disuruh mengisi konten website lembaga wisata internasional, Singapore Tourism Board.”
Sejak saat itu, berkat referensi pekerjaan dari sebuah lembaga internasional. Agoeng mulai mendapat beberapa pekerjaan penulisan yang cukup lumayan.
Dibantu beberapa karyawan tetap dan lepasan, DapurTulis mulai mendapat order beragam. Dari mengisi konten website, membuat annual report, hingga menuliskan biografi sejumlah orang.
“Beberapa yang membanggakan kami adalah dua buku biografi yang kami bantu penulisannya pernah dibahas secara khusus di acara Kick Andy,” kenang Agoeng.
Bukan itu saja. DapurTulis juga pernah dipercaya membuat Annual Report ASEAN Secretariat yang digunakan sebagai salah satu materi meeting ASEAN Summit 2011 di Bali yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.
Soal omzet, Agoeng menyebut, berkat jasa penulisan, DapurTulis bisa membangun rumah kantor di Depok, Jawa Barat, dari hasil kerja setara satu setengah tahun saja.
“Tapi bisnis ini memang hasilnya tidak bisa dipastikan. Sebab, bisnis berbasis kreativitas tak ada patokan dasar harganya,” terangnya.
“Untuk menjaga omzet, kini kami menyasar berbagai yayasan dan LSM, karena selain pasarnya belum banyak yang menggarap, juga ada nilai sosialnya.”
Saat ini, Agoeng bersama tim DapurTulis juga acap berbagi ilmu penulisan, baik informal untuk kegiatan sosial yang gratisan, maupun dalam wujud pelatihan profesional di berbagai lembaga.
“Dengan makin banyak orang yang paham kekuatan tulisan, dunia pendidikan juga akan makin maju. Bisnis penulisan pun akan makin jadi peluang yang menjanjikan, bukan semata soal uang, tapi juga sebagai warisan ilmu yang bisa diberikan ke anak cucu.”
Begitulah, Agoeng bersyukur pernah terkena PHK, karena dari situlah dia merasa tertantang untuk membuka usaha dan bisa berkembang seperti sekarang.
Kisah Agoeng Widyatmoko (36). Seorang Lelaki kelahiran Yogyakarta ini memilih jalan berbeda untuk menjadi pengusaha, setelah perusahaan media tempatnya bekerja tutup pada 2005. Ia Kena PHK setelah Perusahaan tempat ia bekerja kolaps.
Lalu Apa yang akan dilakukan orang jika terkena PHK? Kebanyakan pasti akan segera mencari pekerjaan lagi. Tapi tidak demikian dengan Agoeng Widyatmoko.
Agoeng memang terbilang nekat. Apalagi, uang pesangon yang diberikan perusahaan setelah PHK hanya cukup untuk bertahan hidup beberapa bulan saja. Untuk membuat portfolio, ia lantas mencoba menulis buku.
Bidang penulisan merupakan usaha yang menjadi incarannya, sesuai dengan profesi wartawan yang dia geluti sebelumnya. Namun, membangun bisnis memang tak semudah membalik telapak tangan. Apalagi, saat itu banyak orang belum paham apa saja yang bisa dikreasikan dari jasa penulisan.
Buku pertama yang di Rilisnya gagal di pasaran. Namun, Agoeng tak patah arang. Ia yakin, penulisan adalah bisnis yang cukup menjanjikan, apalagi saat itu relatif jarang pesaingnya. Agoeng lantas menulis buku kedua berjudul 100 Peluang Usaha UMKM. Tak disangka, buku itu masuk kategori best seller dan dicetak ulang hingga tujuh kali.
Karna buku keduanya itu, Agoeng lantas sering diundang mengisi seminar tentang wirausaha. Suatu kali, ketika diundang mengisi materi di Pulau Bangka, ia ditanya oleh salah satu peserta seminar.
“Ada yang bertanya, dari 100 peluang itu, saya sudah coba usaha apa saja? Pertanyaan itu membuat saya kesetrum,”
Agoeng yang menikah pada 2007 dengan Anita Marfi yang bekerja di sebuah perusahaan advertising lantas sepakat, akan membesarkan usaha jasa penulisannya, yang kemudian mereka namai DapurTulis. Sang istri—yang lantas memutuskan keluar dari pekerjaannya—bertugas jualan, Agoeng yang mengontrol kualitas kerjanya.
Karena jasa penulisan belum popular, untuk mendapat klien, mereka harus jualan ke mana-mana. “Pokoknya yang ada peluang bikin annual report, buku biografi, sampai mengisi konten website kami coba tawari,” papar Agoeng. Modalnya, kartu nama seharga Rp 60 ribu satu boks yang ditulisi aneka jasa yang bisa mereka lakukan.
“Salah satu perjuangan berat kami adalah menjalankan usaha di rumah petak kontrakan. Bukan saja ukuran tempatnya terbatas, kan tak mungkin mengajak klien meeting di rumah petak,” kata Agoeng sembari tertawa.
Tapi, karena keterbatasan itulah, mereka justru kompak saling menghibur kalau belum berhasil mendapat klien. Hingga, dari sekian puluh yang didatangi, tak dinyana klien pertama didapat dari rekomendasi teman sang istri, hasil mengobrol di sebuah kampus di Depok.
“Pertama dapat klien Alhamdulillah langsung disuruh mengisi konten website lembaga wisata internasional, Singapore Tourism Board.”
Sejak saat itu, berkat referensi pekerjaan dari sebuah lembaga internasional. Agoeng mulai mendapat beberapa pekerjaan penulisan yang cukup lumayan.
Dibantu beberapa karyawan tetap dan lepasan, DapurTulis mulai mendapat order beragam. Dari mengisi konten website, membuat annual report, hingga menuliskan biografi sejumlah orang.
“Beberapa yang membanggakan kami adalah dua buku biografi yang kami bantu penulisannya pernah dibahas secara khusus di acara Kick Andy,” kenang Agoeng.
Bukan itu saja. DapurTulis juga pernah dipercaya membuat Annual Report ASEAN Secretariat yang digunakan sebagai salah satu materi meeting ASEAN Summit 2011 di Bali yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.
Soal omzet, Agoeng menyebut, berkat jasa penulisan, DapurTulis bisa membangun rumah kantor di Depok, Jawa Barat, dari hasil kerja setara satu setengah tahun saja.
“Tapi bisnis ini memang hasilnya tidak bisa dipastikan. Sebab, bisnis berbasis kreativitas tak ada patokan dasar harganya,” terangnya.
“Untuk menjaga omzet, kini kami menyasar berbagai yayasan dan LSM, karena selain pasarnya belum banyak yang menggarap, juga ada nilai sosialnya.”
Saat ini, Agoeng bersama tim DapurTulis juga acap berbagi ilmu penulisan, baik informal untuk kegiatan sosial yang gratisan, maupun dalam wujud pelatihan profesional di berbagai lembaga.
“Dengan makin banyak orang yang paham kekuatan tulisan, dunia pendidikan juga akan makin maju. Bisnis penulisan pun akan makin jadi peluang yang menjanjikan, bukan semata soal uang, tapi juga sebagai warisan ilmu yang bisa diberikan ke anak cucu.”
Begitulah, Agoeng bersyukur pernah terkena PHK, karena dari situlah dia merasa tertantang untuk membuka usaha dan bisa berkembang seperti sekarang.
Bisnis Sukses H. Daroji Pengusaha Es Krim yang sukses
Bisnis Sukses H. Daroji Pengusaha Es Krim yang sukses
H. Daroji, pria yang merintis usaha Es Krim ini memulai usahanya pada tahun 2009 dan berlanjut sampai sekarang. Minimnya resiko dan pendapatan yang terus menerus tiap hari menjadi alasan dia serius menggeluiti usaha Es Krim. Dengan bermodal 25 Juta Rupiah, pria ini memulai usahanya. Berbekal skill, pengalaman dan ketrampilan H. Daroji sukses merintis bisnis Es Krim, dengan area pemasaran local banyuwangi. Setiap harinya, dia dapat memproduksi kurang lebih 1.500 Es Krim yang di jual dengan harga relative terjangkau. 15 Sales dia sebar di seluruh pelosok Banyuwangi, omset dia dalam satu bulan kurang lebih sebesar Rp. 22.500.000 dengan rincian, harga eskrim yang dia jual kepada sales dengan harga Rp. 500 x 1.500 biji.
Usaha yang minim resiko ini dia rintis bersama istri tercintanya, jatuh bangun dalam berbisnis sudah pernah dia rasakan. Namun dengan keuletan dan ketrampilan yang dia miliki, dia mampu sukses dan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi yang lain.
Bayangkan, mesin yang di gunakan untuk memproduksi eskrim dia design sendiri. Sehingga, mesin yang ia gunakan dapat menghasilkan 4.000 biji per hari. Namun karena minimnya tenaga pemasar dia hanya memproduksi 1.500 biji Es Krim per hari.
Dia menyampaikan, apabila ada seseorang yang belum mempunyai usaha dan ingin merintis usaha di dalam bisnis Es Krim, H. Daroji siap membantu dan mendampingi sampai calon pengusaha tersebut sukses
H. Daroji, pria yang merintis usaha Es Krim ini memulai usahanya pada tahun 2009 dan berlanjut sampai sekarang. Minimnya resiko dan pendapatan yang terus menerus tiap hari menjadi alasan dia serius menggeluiti usaha Es Krim. Dengan bermodal 25 Juta Rupiah, pria ini memulai usahanya. Berbekal skill, pengalaman dan ketrampilan H. Daroji sukses merintis bisnis Es Krim, dengan area pemasaran local banyuwangi. Setiap harinya, dia dapat memproduksi kurang lebih 1.500 Es Krim yang di jual dengan harga relative terjangkau. 15 Sales dia sebar di seluruh pelosok Banyuwangi, omset dia dalam satu bulan kurang lebih sebesar Rp. 22.500.000 dengan rincian, harga eskrim yang dia jual kepada sales dengan harga Rp. 500 x 1.500 biji.
Usaha yang minim resiko ini dia rintis bersama istri tercintanya, jatuh bangun dalam berbisnis sudah pernah dia rasakan. Namun dengan keuletan dan ketrampilan yang dia miliki, dia mampu sukses dan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi yang lain.
Bayangkan, mesin yang di gunakan untuk memproduksi eskrim dia design sendiri. Sehingga, mesin yang ia gunakan dapat menghasilkan 4.000 biji per hari. Namun karena minimnya tenaga pemasar dia hanya memproduksi 1.500 biji Es Krim per hari.
Dia menyampaikan, apabila ada seseorang yang belum mempunyai usaha dan ingin merintis usaha di dalam bisnis Es Krim, H. Daroji siap membantu dan mendampingi sampai calon pengusaha tersebut sukses
Bisnis Sukses Kisah Sukses Jeffry Preston Bezos Mendirikan Toko Online Amazon
Kalu bicara tentang Amazon pasti semua sudah tau. apalagi yang namanya pebisnis online yang jiwa raganya bergantung dengan toko online ini untuk sekedar mencari sesuap nasi,hixhixhix.. tapi, taukah anda siapa pendirinya? dan bagaimana liku- liku perjalananya hingga ia dideretkan diantara 10 besar pengusaha terkaya di Dunia hanya karna website Amazon yang dibuatnya? baiklah.. Postingan kali ini saya akan membahasnya! mudah-mudahan menginspirasi sobat semua..
Jeffry Preston Bezos atau biasa dikenal Jeff Bezos, adalah pria kelahiran Albuquerque, New Mexico 12 Januari 1964 ini dari kecil memang terkenal sebagai anak yang tekun dan kreatif. ini terlihat ketika ia masih berumur 3 tahun, pada saat itu orang tua Jef membelikanya tempat tidur BOX tapi Jef menginginkan tempat tidur yang biasa, karena orang tuanya tidak memenuhi kemauan Jef, akhirnya ia membokar tempat tidur itu dengan Obeng( gila..baru tiga tahun udah bisa pegang obeng). bukan hanya itu, di sekolah pun Jef sering membuat gurunya stres, karena susahnya menghentikanya dari tugas yang ia kerjakan. sampai-sampai untuk memberikan tugas berikutnya ia harus dipindahkan tempat duduk.
Di umurnya 10 tahun Jef liburan musim panas bersama kakeknya yang bernama Preston Gise di Texas, kakenya adalah seorang ilmuwan yang bekerja di Komisi Energi Atom sebagai penanggung jawab di Laboratorium Sandia, Livermore, dan Los Almos. Gise melihat Jef sebagai ilmuwan muda sama sepertinya dulu. lalu.. dia membantu Jef untuk membuat Radio Amatir dan mengumpulkan barang- barang koleksi Bezos yang biasa merusak Garasi rumahnya, karena di Garasi inilah Jef membuat Laboratorium sendiri untuk melakukan eksperiman ilmiah yang ia lakukan.
Sewaktu di SMA dia memenangkan perlombaan yang disponsori oleh NASA dengan menulis naskah tentang pengaruh tidak adanya grafitasi pada usia lalat. di tahun 1981, dia bekerja di Macdonalds Miami, pada saat inilah Jef Belajar Bagaimana pentingnya melayani pelanggan.
Jef melanjutkan studynya di Universitas Princeton, dengan mengambil jurusan Fisika, tapi mungkin karena tidak betah ia pindah kejurusan Komputer hingga mendapatkan gelar sarjana komputer. setelah lulus, Jef bekerja di Wall Street, kemudian jef Pun bekerja di D.E Shaw & Co sebagai Wakil Presiden Direktur padawaktu itu umurnya baru 28 tahun. bos Jef menyuruhnya bukan hanya meneliti peluang Bisnis baru tetapi peluang Bisnis internet, dan disinilah Jef mulai mengenal yang namanya Bisnis Internet..
Pada saat itu Jef mulai berfikir barang apa yang paling cepat dijual di internet, untuk itu Jef mencoba melihat daftar barang-barang yang paling laku dijual lewat surat, list barang yang ia kumpulkan sebanyak 20. akhirnya, jef berkesimpulan Bukulah barang yang paling cepat laku namun belum ada yang menominasi, Jef Sadar tidak ada penyimpanan data yang memuat judul buku pesanan Konsumen melalui surat selama satu tahun, fikirnya kalau penyimpanan data ini dilakukan secara komputerisasi maka akan lebih teroganisir dan menjadi sebuah toko online. tapi, bosnya tidak setuju dengan ide jef.
Karena itu, jef memutuskan untuk mencobanya sendiri dengan mengajak dan membicarakanya bersama temanya Mackenzie, Jef mulai berfikir nama apa yang cocok dengan Bisnis barunya ini. mereka mulai mencari nama depan dengan huruf “A”. akhirnya Jef menemukan nama yang cocok yaitu Amazon.com. menurutnya Amazon sebagai sungai terbesar yang melambangkan “Koleksi Terbesar”. di tahun 1994, Jef bersama rekan-rekanya yakni Mackenzie, Paul dan shel mulai bekerja di Garasi yang sangat sempit untuk digunakan sebagai Kantor pertama mereka.
Awal memulai usaha Jef mengalami 2 masalah yakni pertama Dana. Jef harus mampu membayar orang-orang yang nantinya bekerja di Amazon, untuk itu Jef membentuk Perusahaan, yang di mana ia merangkap Jabatan sebagai Pendiri, CEO, dan Presiden Direktur. Yang kedua adalah perangkat lunaknya, yang tersedia hanya untuk Inventaris dan perangkat untuk pesanan barang yang di pesan melalui surat. tapi keuletan yang mereka milki semua masalah itu akhirnya bisa di atasi.
Amazon mengalami peningkatan yang terbilang begitu cepat, karena memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan buku, di tambah lagi harganya lebih murah di bandingkan harga pasaran pada umumnya. Sampai saat ini, Amazon tidak hanya menjual buku, tapi berkembang dengan menjual barang- barang yang lain, yang kemudian Amazon di juluki sebagai “Toko Terlengkap Di Dunia” luar biasa!!
Kembali.. bukti dari sebuah kerja keras,ketekunan, kecerdasan, dari seorang Jef Bezos menjadikan Amazon.com mendunia, tentu ini bukan hal yang mudah. Jef mampu melihat peluang Bisnis baru, yang menjadikanya pengusaha ternama di dunia. inilah yang patut kita teladani dan harus kita mengerti bahwa sebuah kesuksesan besar di mulai dari sebuah pengorbanan dan kerja keras yang besar pula.
Jeffry Preston Bezos atau biasa dikenal Jeff Bezos, adalah pria kelahiran Albuquerque, New Mexico 12 Januari 1964 ini dari kecil memang terkenal sebagai anak yang tekun dan kreatif. ini terlihat ketika ia masih berumur 3 tahun, pada saat itu orang tua Jef membelikanya tempat tidur BOX tapi Jef menginginkan tempat tidur yang biasa, karena orang tuanya tidak memenuhi kemauan Jef, akhirnya ia membokar tempat tidur itu dengan Obeng( gila..baru tiga tahun udah bisa pegang obeng). bukan hanya itu, di sekolah pun Jef sering membuat gurunya stres, karena susahnya menghentikanya dari tugas yang ia kerjakan. sampai-sampai untuk memberikan tugas berikutnya ia harus dipindahkan tempat duduk.
![]() |
| pendiri amazon |
Di umurnya 10 tahun Jef liburan musim panas bersama kakeknya yang bernama Preston Gise di Texas, kakenya adalah seorang ilmuwan yang bekerja di Komisi Energi Atom sebagai penanggung jawab di Laboratorium Sandia, Livermore, dan Los Almos. Gise melihat Jef sebagai ilmuwan muda sama sepertinya dulu. lalu.. dia membantu Jef untuk membuat Radio Amatir dan mengumpulkan barang- barang koleksi Bezos yang biasa merusak Garasi rumahnya, karena di Garasi inilah Jef membuat Laboratorium sendiri untuk melakukan eksperiman ilmiah yang ia lakukan.
Sewaktu di SMA dia memenangkan perlombaan yang disponsori oleh NASA dengan menulis naskah tentang pengaruh tidak adanya grafitasi pada usia lalat. di tahun 1981, dia bekerja di Macdonalds Miami, pada saat inilah Jef Belajar Bagaimana pentingnya melayani pelanggan.
Jef melanjutkan studynya di Universitas Princeton, dengan mengambil jurusan Fisika, tapi mungkin karena tidak betah ia pindah kejurusan Komputer hingga mendapatkan gelar sarjana komputer. setelah lulus, Jef bekerja di Wall Street, kemudian jef Pun bekerja di D.E Shaw & Co sebagai Wakil Presiden Direktur padawaktu itu umurnya baru 28 tahun. bos Jef menyuruhnya bukan hanya meneliti peluang Bisnis baru tetapi peluang Bisnis internet, dan disinilah Jef mulai mengenal yang namanya Bisnis Internet..
Pada saat itu Jef mulai berfikir barang apa yang paling cepat dijual di internet, untuk itu Jef mencoba melihat daftar barang-barang yang paling laku dijual lewat surat, list barang yang ia kumpulkan sebanyak 20. akhirnya, jef berkesimpulan Bukulah barang yang paling cepat laku namun belum ada yang menominasi, Jef Sadar tidak ada penyimpanan data yang memuat judul buku pesanan Konsumen melalui surat selama satu tahun, fikirnya kalau penyimpanan data ini dilakukan secara komputerisasi maka akan lebih teroganisir dan menjadi sebuah toko online. tapi, bosnya tidak setuju dengan ide jef.
Karena itu, jef memutuskan untuk mencobanya sendiri dengan mengajak dan membicarakanya bersama temanya Mackenzie, Jef mulai berfikir nama apa yang cocok dengan Bisnis barunya ini. mereka mulai mencari nama depan dengan huruf “A”. akhirnya Jef menemukan nama yang cocok yaitu Amazon.com. menurutnya Amazon sebagai sungai terbesar yang melambangkan “Koleksi Terbesar”. di tahun 1994, Jef bersama rekan-rekanya yakni Mackenzie, Paul dan shel mulai bekerja di Garasi yang sangat sempit untuk digunakan sebagai Kantor pertama mereka.
Awal memulai usaha Jef mengalami 2 masalah yakni pertama Dana. Jef harus mampu membayar orang-orang yang nantinya bekerja di Amazon, untuk itu Jef membentuk Perusahaan, yang di mana ia merangkap Jabatan sebagai Pendiri, CEO, dan Presiden Direktur. Yang kedua adalah perangkat lunaknya, yang tersedia hanya untuk Inventaris dan perangkat untuk pesanan barang yang di pesan melalui surat. tapi keuletan yang mereka milki semua masalah itu akhirnya bisa di atasi.
Amazon mengalami peningkatan yang terbilang begitu cepat, karena memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan buku, di tambah lagi harganya lebih murah di bandingkan harga pasaran pada umumnya. Sampai saat ini, Amazon tidak hanya menjual buku, tapi berkembang dengan menjual barang- barang yang lain, yang kemudian Amazon di juluki sebagai “Toko Terlengkap Di Dunia” luar biasa!!
Kembali.. bukti dari sebuah kerja keras,ketekunan, kecerdasan, dari seorang Jef Bezos menjadikan Amazon.com mendunia, tentu ini bukan hal yang mudah. Jef mampu melihat peluang Bisnis baru, yang menjadikanya pengusaha ternama di dunia. inilah yang patut kita teladani dan harus kita mengerti bahwa sebuah kesuksesan besar di mulai dari sebuah pengorbanan dan kerja keras yang besar pula.
Langganan:
Komentar (Atom)
